Rupiah Berpotensi Bergerak Stabil Menjelang Tahun Baru, Lihat Apa Penyebabnya

Selasa, 30 Desember 2025 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan memiliki peluang untuk menguat secara terbatas menjelang pergantian tahun 2025. Pergerakan rupiah cenderung stabil seiring dengan menurunnya aktivitas pasar keuangan global akibat libur Natal dan Tahun Baru, yang membuat volume transaksi relatif lebih rendah dibandingkan hari perdagangan normal.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa minimnya rilis data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri, menyebabkan pelaku pasar cenderung bersikap wait and see. Kondisi tersebut mendorong pergerakan rupiah berada dalam fase konsolidasi. Dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.

Meskipun terdapat peluang penguatan, Lukman menilai ruang apresiasi rupiah masih cukup terbatas. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia, khususnya terkait suku bunga acuan. Pelaku pasar masih menantikan sinyal lanjutan mengenai langkah kebijakan yang akan diambil pada awal tahun 2026.

Selain faktor domestik, dinamika global juga turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa ketegangan geopolitik internasional, termasuk hubungan antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara produsen energi, masih menjadi sentimen yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS yang masih dipengaruhi oleh arah kebijakan The Federal Reserve turut memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Penguatan dolar AS di pasar global berpotensi membatasi laju penguatan rupiah meskipun kondisi domestik relatif stabil.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pergerakan rupiah hingga akhir tahun diperkirakan tetap berada dalam rentang yang terkendali. Volatilitas masih mungkin terjadi, namun tidak diproyeksikan terlalu tinggi mengingat aktivitas pasar yang cenderung menurun menjelang pergantian tahun.

Secara keseluruhan, stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan dapat tetap terjaga hingga memasuki awal tahun 2026, seiring dengan koordinasi kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter serta dukungan kondisi fundamental ekonomi nasional yang relatif baik.