Rapat Koordinasi BAK, BSDM, dan BPTSI

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi BAK, BSDM, Dan BPSI
Rapat Koordinasi BAK, BSDM, dan BPTSI dilaksanakan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antarunit kerja dalam mendukung kelancaran layanan administrasi universitas. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi lintas biro guna membahas tugas dan fungsi masing-masing unit, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menyelaraskan program kerja agar berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Melalui rapat koordinasi ini, dihasilkan kesepahaman bersama mengenai pentingnya peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar BAK, BSDM, dan BPTSI. Diharapkan hasil rapat dapat menjadi dasar penguatan kerja sama yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kinerja, efisiensi, dan kualitas layanan universitas kepada seluruh civitas akademika

UNAS Hadiri Executive Lunch Bahas Strategi Anggaran Menuju Akreditasi Unggul

Universitas Nasional (UNAS) menghadiri kegiatan Executive Lunch bertema “Strategi Susun Anggaran Kampus & Akreditasi Unggul” yang diselenggarakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Ibis Styles Serpong BSD City, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi dan pengelola keuangan institusi pendidikan tinggi dari berbagai daerah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas kewajiban perguruan tinggi dalam melaporkan data Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui sistem PDDIKTI Neo Feeder dengan batas waktu 31 Oktober 2025. Data PDDIKTI memiliki peran strategis karena digunakan dalam berbagai proses penting, termasuk kelulusan mahasiswa dan automasi akreditasi perguruan tinggi.

Dalam kegiatan ini, Universitas Nasional diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., bersama Kepala Biro Administrasi Keuangan, Dr. Ria, S.E., M.Ak., serta Kepala Bagian Pembukuan, Dodi Eko Prasetyo, S.E., M.Ak. Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan komitmen UNAS dalam memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan selaras dengan kebijakan pemerintah.

Melalui forum Executive Lunch ini, peserta memperoleh pemahaman strategis mengenai keterkaitan antara penyusunan anggaran kampus yang efektif, kepatuhan terhadap pelaporan keuangan, dan upaya pencapaian akreditasi unggul. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan menekankan praktik terbaik dalam pengelolaan anggaran yang transparan dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Bernardus Wishman S.S., M.E., Konsultan Keuangan Institusi Pendidikan Tinggi sekaligus Wakil Rektor Bidang Marketing, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, disampaikan pentingnya sinergi antara kebijakan anggaran, sistem pelaporan PDDIKTI, dan strategi peningkatan mutu institusi sebagai fondasi menuju akreditasi unggul.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Universitas Nasional terus menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, guna mendukung pencapaian visi UNAS sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Harga Emas Tinggi, Saldo Emas BSI Melonjak 261% di Tengah Minat Investasi Digital

Jakarta, 5 Januari 2026 – Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID — harga emas batangan tetap tinggi di awal tahun 2026, dengan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil di kisaran sekitar Rp 2,48 juta per gram, mendorong minat masyarakat terhadap investasi logam mulia terutama melalui instrumen digital.

Dampak dari tren harga ini terlihat jelas pada kinerja emas di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Perusahaan mencatat lonjakan signifikan pada saldo emas yang dikelola melalui aplikasi digital BYOND by BSI, dengan total saldo emas mencapai 1,6 ton, atau bertumbuh hingga 261,37 % year-to-date (YTD) hingga November 2025 dibanding periode sebelumnya.

Optimisme Bank Syariah Indonesia

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa akselerasi layanan digital menjadi fokus strategis jangka panjang. Peningkatan transaksi emas menunjukkan respon positif masyarakat, terutama generasi muda, terhadap solusi investasi berbasis digital yang mudah dan aman.

“Pertumbuhan saldo emas kami menunjukkan minat yang kuat dari nasabah, sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai bullion bank yang menawarkan layanan emas digital terdepan,” ujar Anton.

Fitur dan Layanan Emas Digital di BYOND

Melalui platform BYOND by BSI, nasabah kini dapat melakukan berbagai aktivitas emas, antara lain:
1. Pembelian emas digital
2. Penjualan kembali emas
3. Transfer antar pengguna
4. Cetak emas fisik
5. Cicil emas
6. Gadai emas

Rencana pengembangan fitur baru seperti nabung emas rutin juga tengah disiapkan, dengan tujuan mempermudah pengelolaan investasi emas bagi nasabah.

Minat Generasi Muda dan Potensi Pasar

Data internal BSI menunjukkan bahwa jumlah pengguna aplikasi BYOND telah mencapai sekitar 5,7 juta pengguna, didominasi oleh nasabah berusia 20–40 tahun dari segmen Generasi Z dan Milenial yang semakin tertarik pada investasi digital berbasis syariah.

Analis pasar melihat tren ini sebagai indikator penting bahwa layanan investasi emas digital berpotensi terus tumbuh di Indonesia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan harga emas yang relatif stabil tinggi. Investasi emas tetap dianggap sebagai instrumen safe haven yang efektif untuk jangka panjang seperti persiapan dana pendidikan anak, haji, atau proteksi nilai aset.